Jenis-Jenis Budidaya Ikan Air Tawar
Jenis-Jenis Budidaya Ikan Air Tawar
Di post pada: 06 Februari 2019 14:20  -   Waktu baca: 4 menit
Budidaya ikan merupakan salah satu bentuk budidaya perairan yang khusus membudidayakan ikan, baik itu di kolam atau tempat lainnya guna menghasilkan bahan pangan, ikan hias, dan rekreasi (pemancingan). Ikan air tawar merupakan jenis-jenis ikan yang paling banyak dibudidayakan. Sebab, ikan air tawarlah yang paling mudah dalam proses pembudidayaannya. Contoh ikannya adalah ikan lele dan ikan patin. Informasi selengkapnya mengenai kedua jenis ikan ini dapat anda simak di bawah ini.

Ikan Lele Untuk Dibudidayakan

Ikan lele yang memiliki nama latin Clarias sp. ini merupakan jenis ikan yang cukup popular dikalangan masyarakat Indonesia. Meskipun memiliki penampilan dengan kepala yang keras, tapi dagingnya lunak, durinya sedikit, rasanya gurih saat diolah, dan harganya murah. Bagi peternak ikan, ikan ini juga digemari karena perawatannya yang mudah, cepat besar, dan harganya stabil di pasaran. Dalam budidaya ikan lele harus dipilih indukan yang berkualitas untuk pemijahan. Indukan lele yang siap memijah dapat diketahui dengan ciri calon induk jantan dan betinanya terlihat mulai berpasang-pasangan dan kejar-kejaran.

 

Ciri-ciri secara fisik indukan jantannya, yaitu:

  • Kepalanya lebih kecil daripada kepala calon induk lele betina.
  • Warna kulit dadanya agak tua
  • Kelamin atau urogenital papilla-nya agak menonjol, memanjang ke arah belakang, berwarna kemerahan, dan terletak di belakang anus
  • Gerakannya lincah, tulang kepala pendek, dan agak gepeng
  • Perutnya lebih langsing dan kenyal jika dibandingkan dengan perut induk betina.
  • Kulit lebih halus.

 

Sedangkan, ciri-ciri indukan lele betina, yaitu:

  • Kepalanya lebih besar
  • Warna kulit dada agak terang
  • Kelaminnya berbentuk oval atau bulat daun, berwarna kemerahan, lubangnya agak lebar, dan terletak di belakang anus
  • Perutnya lebih besar dan lunak

 

Proses pemijahan atau pembuahan telur oleh sperma bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu pembenihan alami dengan menyiapkan indukan yang dimasukan ke dalam kolam pemijahan untuk bereproduksi secara alami dan pembenihan buatan dengan disuntikkan ovaprim. Setelah proses pemijahan ini, barulah tahapan selanjutnya adalah penetasan telur, pemeliharan larva dan benih ikannya, penebaran benih ikan di kolam, pemberian pakan, dan proses panennya yang membutuhkan waktu sekitar 3-4 bulan.

 

Ikan Patin Untuk Dibudidayakan

Saat ini kebutuhan ikan patin terus meningkat. Ikan patin memiliki warna yang lebih terang ketimbang ikan lele. Dalam pembudidayaannya, ikan ini bisa dibesarkan dengan kepadatan 20–30 ekor per m3. Bila untuk dikonsumsi, tak ada patokan ukuran ikannya. Biasanya, lamanya waktu pembudidayaannya mulai dari sebar benih hingga panen sekitar 6 bulan. Bila lebih lama lagi ukurannya tentunya bisa lebih besar. Ikan ini juga termasuk ikan yang mudah dibudidayakan. Harganya pun tinggi di pasaran.

 

Itulah mengenai jenis-jenis budidaya ikan air tawar. Semoga dapat menambah wawasan dan bermanfaat bagi anda pembaca sekalian.

Ditulis oleh: Admin