Cara Budidaya Udang Vaname
Cara Budidaya Udang Vaname
Di post pada: 04 Januari 2019 14:54  -   Waktu baca: 4 menit

Budidaya Udang Vaname – Udang vaname merupakan jenis udang yang benar-benar tengah menjadi primadona di kalangan masyarakat Indonesia dan banyak di budidayakan walaupun ukurannya paling kecil diantara semua jenis udang tambak yang lain. Udang vaname ini juga dikenal sebagai udang yang dapat dibudidayakan denga tingkat ketahanan yang tinggi terhadap serangan hama penyakit. Udang vaname juga masuk kedalam daftar udang yang mempunyai tingkat pertumbuhan lumayan cepat, sehingga petani tambak juga kan lebih cepat mendapatkan hasil. Oleh karenanya semakin banyak orang yang mulai tertarik membudidayakan udang vaname ini.

Untuk anda yang ingin membudidayakan udang vanamae ini, ada beberapa hal yang harus anda perhatikan. Nah, pada artikel kali ini kami akan membagikan beberapa hal penting yang harus anda perhatikan ketika membudidayakan udang vaname. Untuk lebih lengkapnya silahkan simak uraian berikut ini.

 

Pemilihan Bibit Udang Vaname

Pemilihan bibit untuk budidaya udang vaname harus dilakukan dengan selektif, agar ketika pemeliharaan dan juga perkembangan udang nantinya dapat tumbuh dengan baik dan seragam. Bibit unggul udang vaname memiliki karakteristik yang berbeda, diantaranya tidak ada luka pada tubuhnya, mempunyai insang, usus bisa terlihat, bisa berenang melawan arus, serta bentuk atau ukurannya seragam.

Nah, ketika anda sudah memastikan bahwa bibit udang vaname tersebut merupakan bibit yang baik maka anda bisa melakukan penebaran bibt ke dalam kolam yang telah anda siapkan sebelumnya.

 

Penebaran Bibit dan Pemeliharaan Udang Vaname

Cara penebaran bibit dan pemeliharaan udang vaname ini berbeda dengan jenis udang lainnya, dimana biasanya penebaran bibit dilakukan di pagi hari. Untuk udang vaname ini, penebaran bibit dilakukan di siang hari ketika matahari sedang berada dipuncaknya. Namun, sebelum melakukan penebaran bibit, hendaknya dilakukan aklimitasi terlebih dahulu agar bibit udang tidak beradaptasi dengan suhu kolam atau tambak.

Cara melakukan aklimitasi ini dengan memasukkan bibit budidaya udang vaname ke dalam plastik transparan yang sudah diisi dengan air tambak, kemudian diapungkan di dalam tambak selama kurang lebih 30-60 menit. Setelah itu, kantung plastik yang tadi bisa diuka, kemudian tebarkan bibit udang ke tambak yang sudah dipersiapkan secara perlahan. Kepadatan penebaran benih hendaknya kurang lebih 10 ekor/m2.

Setelah proses awal penebaran, selama kurang lebih 7 hari pertama, bibit udang vaname tersebut tidak perlu diberikan pakan karena masih banyak makanan alami yang terdapat pada air tambak. Anda baru baru bisa memberinya makan dengan pelet setelah lewat satu pecan. Pellet yang diberikan harus memiliki tingkat protein sebesar 30 % dari kadar pakan tersebut. Untuk frekuensi pemberian pakannya, anda bisa memberikannya kurang lebih sebanyak 3-4 X dalam satu hari.

Nah, itulah sedikit informasi seputar beberapa hal yang harus anda perhatikan ketika melakukan usaha budidaya udang vaname. Semoga uraian diatas bermanfaat.

Ditulis oleh: Admin