Pandemi Covid-19, Momentum Positif Industri Rumput Laut Indonesia?
Pandemi Covid-19, Momentum Positif Industri Rumput Laut Indonesia?
Di post pada: 04 November 2021 15:08  -   Waktu baca: 6 menit

Sumber: rakyatntt.com

 

Pandemi sudah jelas telah membuat ekonomi Indonesia menjadi turun. Kegiatan ekspor dan impor pada tahun 2020 turut terganggu, tak terkecuali untuk produk rumput laut. Ekspor rumput laut pada tahun 2020 semester I tercatat turun baik dari volume atau nilainya jika dibandingkan dengan tahun 2019 (year on year). Volume total ekspor rumput laut turun sebesar 7,77% dan nilainya turun 6,17%.

 

Grafik Ekspor Total Rumput Laut Semester I year on year 2019-2020

 

Jika dirinci lagi, terdapat ketimpangan di antara produk tersebut. Satu-satunya produk yang mengalami penurunan ekspor hanyalah rumput laut kering, ekspor agar-agar dan karagenan justru meningkat.

 

Volume ekspor rumput laut mentah terhitung sangat terpuruk pada triwulan I tahun 2020 yaitu turun sebesar 32,02%. Triwulan II volumenya sedikit membaik sampai pada 22,4%. Secara keseluruhan, volume ekspor rumput laut pada semester I 2020 turun sebesar 9,6%.

 

Grafik Ekspor Rumput Laut Kering Semester I year on year 2019-2020

 

Hal yang mengejutkan datang dari industri rumput laut setengah jadi. Perbandingan year on year semester I 2019-2020 menunjukkan ekspor agar-agar dan karagenan meningkat baik dari volume ataupun nilai. Volume karagenan naik sebesar 16,04%, bahkan agar-agar lebih tinggi lagi yaitu 40,29%.

 

Grafik Ekspor Rumput Laut Berdasarkan Produk Semester I year on year 2019-2020

  

Indonesia tercatat sebagai negara pengekspor rumput laut mentah terbesar. Sebanyak 11,46% pangsa pasar rumput laut mentah berasal dari Indonesia pada tahun 2018. Hal tersebut berkebalikan dengan industri olahan rumput laut. Pada tahun 2018 juga, ekspor rumput laut mentah memakan porsi sebesar 82,69%. Ekspor karagenan hanya sebesar 5,05%, agar-agar lebih sedikit lagi yaitu hanya 0,7%.

 

Hal tersebut terjadi karena industri rumput laut setengah jadi di Indonesia memang belum berkembang. Kapasitas produksi untuk karagenan dan agar-agar masih sedikit. Data dari Kementerian Perindustrian mencatat pada tahun 2017 hanya terdapat 23 perusahaan pengolahan karagenan dengan utilisasi rata-rata industri baru mencapai 49,15%. Untuk agar-agar, baru terdapat 14 perusahaan. Akan tetapi, 68% market share produk agar-agar tersebut dikuasai hanya oleh 2 perusahaan.

 

Meningkatnya ekspor karagenan serta agar-agar di pertengahan pandemi lalu justru harusnya menjadi momentum bagi Indonesia. Produk agar-agar dan karagenan tersebut diduga memiliki ketahanan yang lebih pada saat pandemi daripada rumput laut mentah. Bahkan menurut penelitian Borselino et al. (2020), diduga permintaan ekspor agar-agar meningkat karena terjadi pergeseran kebiasaan masyarakat untuk memilih makanan yang lebih sehat.

 

Oleh karena itu dalam menyongsong momentum tersebut, perlu dilakukan persiapan infrastruktur untuk pengembangan industri pengolahan rumput laut. Hal tersebut menjadi salah satu usulan kebijakan yang dicantumkan dalam Policy Brief Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang berjudul “Dampak Covid 19 pada Usaha Rumput Laut dan Peluang Peningkatan Utilitas Industri Rumput Laut Indonesia”. Di dalam tulisan tersebut, terdapat rekomendasi opsi kebijakan yaitu meningkatkan utilitas industri rumput laut menjadi sebesar 72%.

 

Hal yang menjadi pertimbangan untuk terus memajukan industri rumput laut adalah harga jual dan tingkat impor produk olahan rumput laut. Ambil contoh karagenan, harga jual produk karagenan bisa mencapai 2 kali rumput laut mentah. Hal tersebut dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

 

Tabel Perbandingan Harga Rumput Laut Mentah dengan Olahan Karagenan

Keterangan:

ATC: Alkali Treated Carrageenan

SRC: Semi Refined Carrageenan

RC: Refined Carrageenan

 

Perihal impor lebih tertuju pada produk karagenan. Pada tahun 2019 dari total impor produk rumput laut Indonesia, 67%-nya adalah impor karagenan. Valuasi impor tersebut adalah sebesar 24 juta US Dollar. Hal tersebut turut menguatkan alasan untuk mengembangkan industri olahan rumput laut.

 

 

 

Sumber:

Analisis Situasional Kinerja Ekspor Rumput Laut Indonesia pada Masa Pandemi Covid-19. 2021. Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan

Dampak Covid 19 pada Usaha Rumput Laut dan Peluang Peningkatan Utilitas Industri Rumput Laut Indonesia. 2020. Policy Brief Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2019

 

Ditulis oleh: Admin