Mengenal Perusahaan Startup Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya
Mengenal Perusahaan Startup Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya
Di post pada: 05 Februari 2021 20:21  -   Waktu baca: 10 menit
Kini, nama startup sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat utamanya kaum milenial. Banyak yang mengartikan bahwa startup adalah komunitas atau organisasi yang baru dirintis yang tentunya masih banyak mengalami perubahan dan cenderung tidak stabil. Apakah benar begitu? Serta apa saja ya faktor yang menjadikan startup sukses atau pun gagal. Yuk mari kita bahas.

Startup adalah suatu perusahaan rintisan yang umurnya masih sangat muda dan biasanya berkaitan dengan ICT (Information and Communication Technologies). Biasanya, perusahaan startup masih dalam tahap pengembangan dan masih mencari bentuk yang dapat dijalankan menyesuaikan dengan kondisi yang sedang atau yang akan terjadi.

Perusahaan startup itu katanya milenial banget. Ciri-ciri dari perusahaan startup dianggap sesuai dengan kepribadian milenial. Milenial mana ya kira-kira yang memang cocok dengan ciri-ciri umum yang biasanya dimiliki oleh perusahaan startup. Lalu, apa saja sih ciri-ciri perusahaan startup tersebut?

Umumnya, perusahaan startup memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

1.    Jumlah Pegawai atau Karyawan

Pegawai atau karyawan startup terbilang masih sedikit atau bisa dihitung jari. Hal ini akan terus bertambah seiring dengan tumbuhnya startup tersebut. Biasanya start up akan dibangun oleh satu hingga delapan orang dan rata-rata jumlah pegawai startup yang sudah berjalan yaitu kurang dari 20 orang.

 

2.    Umur perusahaan startup

Dikenal sebagai perusahaan rintisan tentunya startup memiliki usia perusahaan yang masih sangat muda, yaitu biasanya kurang dari tiga tahun.

 

3.   Tahap Pengembangan

Perusahaan startup memiliki model bisnis yang terus berkembang dan dapat berubah menyesuaikan kondisi yang sedang dan akan terjadi. Perubahan tersebut juga tentunya dipengaruhi oleh banyak faktor.

 

4.    Beroperasi dalam Bidang Teknologi

Awalnya, istilah startup tersebut dipopulerkan di Silicon Valley (San Francisco Bay Area, California Amerika Serikat). Silicon Valley identik dengan teknologi terutama dengan ICT. Jadi tidak mengherankan jika istilah startup lebih dikenal untuk sektor ICT.

 

5.    Produknya dapat berupa aplikasi digital

Perusahaan startup biasanya memiliki produk berupa aplikasi digital yang dapat diinstal di smartphone.

 

6.    Dapat diakses melalui website

Produk yang ditawarkan oleh startup tersebut tentunya bisa diakses melalui website. Hal ini akan mempermudah para penggunanya yang tidak pernah lepas dari koneksi internet.

 

Selain ke enam poin di atas. Tentunya masih banyak lagi ciri-ciri startup yang sebenarnya dapat mudah kita amati, diantaranya penampilan di kantor lebih casual dan biasanya memang didominasi oleh kaum muda yang masih haus akan ilmu, dan pengalaman atau kita sebut sebagi freshgraduate.

Perkembangan startup baik di Indonesia ataupun di seluruh dunia kian hari kian meningkat. Era digital, menjadi salah satu penyebab yang paling memengaruhi hal tersebut terjadi. Sebagian besar masyarakat sulit lepas dari perangkat gadgetnya dan hal tersebut juga beriringan dengan kebutuhan jaringan internet. Kebutuhan internet dianggap sebagai kebutuhan pokok yang perlu untuk dipenuhi. Lalu, apakah hal tersebut berpengaruh?

Ya, tentu saja hal tersebut berpengaruh. Startup yang memang mengandalkan teknologi dalam operasinya menjadi sangat diuntungkan pada kondisi ini. Katadata mencatat, Indonesia memiliki 2.074 startup pada tahun 2019 dan berada di posisi lima dunia setelah Ameria Serikat, India, Inggris dan Kanada. Menarik bukan? Dan lebih menariknya lagi, startup diperkirakan akan terus meningkat setiap tahunnya.

Startup dapat dikatakatan berhasil jika mampu menyesuaikan produk atau jasa yang ditawarkan dengan kebutuhan pasar. Bill gross dalam risetnya mengatakan bahwa ada beberapa faktor yang mentukan keberhasilan suatu start up yaitu

1.    Timing (Pemilihan waktu atau Momentum)

Pemilihan waktu yang tepat untuk dibangunnya suatu startup adalah hal utama yang paling penting. Saat ada masalah yang sedang hangat-hangatnya menjadi perbincangan dan startup tersebut menawarkan produk atau jasa yang dapat dijadikan solusi maka kesempatan berhasilnya startup tersebut akan jauh lebih tinggi.

 

2.    Team (Tim)

Tim adalah aset penting dalam suatu organisasi atau perusahaan. Pemilihan tim akan sangat berpengaruh pada tingkat keberhasilan suatu startup.

 

3.    Idea (Ide atau gagasan pemikiran)

Tahap awal dari dibangunnya suatu start up adalah sebuah ide. Ide tersebut harus bisa menjawab suatu permasalahan yang ada. mencari ide memanglah gratis namun tidak semudah itu untuk mendapatkan ide yang bagus dan tentunya untuk mewujudkannya pun membutuhkan usaha yang tidak sedikit.

 

4.    Business Model (Model Bisnis)

Sebuah startup memerlukan suatu alat bantu untuk menjelaskan bagaimana suatu organisasi menciptakan, memberikan, dan menangkap suatu nilai tambah, hal tersebut dinamakan dengan model bisnis. Model bisnis ini berguna untuk memberikan pandangan yang menyeluruh akan proses bisnis yang akan direncanakan, atau bahkan menjelaskan bisnis yang sedang berjalan.

 

5.    Funding (Pendanaan)

Faktor ini tidak kalah pentingnya dalam menjalankan sebuah startup. Sumber dana untuk mengembangkan sebuah startup bisa bervariasi. Sumber pendanaan tersebut bisa dari diri sendiri, angel investor, Institutionalized Investor, bank dan lainnya.

 

Pada kenyataannya, tidak semua startup dapat berhasil bertahan. Lalu, kapan sebuah startup dikatakan gagal? Hal yang paling mendasar adalah startup dikategorikan gagal Ketika startup tidak mampu tumbuh (tidak mampu menyesuaikan produk atau jasa dengan kebutuhan pasar) dan tidak menghasilkan profit atau keuntungan.

Fakta yang tercatat dalam suatu jurnal adalah angka kegagalan yang menimpa startup di seluruh dunia bisa mencapai 90%. Besar sekali bukan persentasi kegagalannya? Hal ini membuktikan bahwa membangun sebuah startup tidak bisa hanya dengan modal nekat dan asal-asalan.

Dari banyak sumber yang beredar, penyebab utama dari kegagalan startup banyak yang berasal dari internal perusahaan. Berikut merupakan beberapa alasan yang menyebabkan kegagalnm pada sebuah startup:

1.    Produk Tidak Dibutuhkan Pasar

Faktor utama tidak berhasilnya sebuah startup saat produk atau jasa yang ditawarkan tidak dibutuhkan oleh pasar atau kasarnya tidak menjawab sebuah masalah yang sedang terjadi.

 

2.    Berlebihan dalam “Bakar Uang”

Bakar uang memang terkadang perlu dilakukan dalam melakukan perluasan pasar dan untuk meningkatkan awarenessproduk atau jasa yang ditawarkan. Namun, hal ini juga perlu diatur sebaik mungkin agar tidak berlebihan yang tentu saja akan menyebabkan perusahaan startup collapse.

 

3.    Tim yang Tidak Solid

Tim yang tidak solid juga menjadi alas an penting mengapa startup bisa gagal. Saat tim tidak solid makan sulit sekali rasanya dapat mencapai tujuan atau goal yang diinginkan.

 

4.    Kalah dalam Kompetisi

Faktor ini juga dapat menyebabkan startup alami kegagalan. Saat kita tidak menganalisa siapa dan bagaimana kompetitor bisnis atau usaha kita maka peluang kegagalan akan terjadi. Mengabaikan kompetitor akan menyebabkan kalah dalam berkompetisi dan akhirnya startup yang telah dibangun akan gagal.

 

5.    Penentuan Harga

Alasan startup bisa mengalami kegagalan selanjutnya adalah penentuan harga. Hal ini menjadi penting, karena customer tentunya sangat mempertimbangkan harga untuk pembelian produk atau jasa yang diinginkannya. Baik harga yang terlalu tinggi ataupun terlalu rendah, keduanya akan menjadi penyebab gagalnya sebuah startup.

 

Pertumbuhan startup tidak lepas juga dari latar belakang sumber daya manusianya. Hal ini berkaitan langsung dengan pengetahuan atau Pendidikan, pengalaman juga kepribadiannya masing-masing. Selain itu, kriteria inovatif dan kreatif juga menjadi kebutuhan untuk startup terus berkembang.

 

Ditulis oleh: Admin