Bahaya Biofouling, Membuat Rugi Miliaran Dollar Sampai Polusi Karbon
Bahaya Biofouling, Membuat Rugi Miliaran Dollar Sampai Polusi Karbon
Di post pada: 30 November 2021 16:47  -   Waktu baca: 3 menit

Sumber: gcaptain.com

 

Jika kamu pernah naik kapal atau berkunjung ke dermaga, pasti tidak asing dengan foto tersebut. Ya, itu adalah teritip, hewan dari keluarga Crustacea ini umum ditemui menempel benda apapun yang terkena air laut. Oleh karena itu, teritip termasuk agen biofouling.

 

Biofouling adalah sebutan untuk akumulasi makhluk hidup yang menempel pada substrat yang terbenam di air. Dalam artikel ini, kita akan membahas khususnya biofouling pada kapal beserta efeknya. 

 

Biofouling pada dasarnya merugikan. Entitas perkapalan manapun baik perusahaan atau pemerintahan tidak menginginkan terjadinya hal ini. Akumulasi biofouling pada bagian bawah kapal tidak mendatangkan apapun kecuali pemborosan bahan bakar.

 

Singkatnya, biofouling membuat massa kapal semakin bertambah. Hal tersebut berimplikasi terhadap perlambatan kecepatan dan penambahan biaya bahan bakar. US Navy mencatat, akumulasi hewan laut ini dapat menggelontorkan ongkos ekstra untuk bahan bakar hingga 1 miliar USD tiap tahunnya.

 

Dampak agen biofouling ini juga terlihat pada laju kapal atau instrumen transportasi kelautan lain. National Defense Magazine menuliskan bahwa kapal perusak berpeluru kendali milik Amerika Serikat mengalami deselerasi sebesar 2 knot atau 3 kilometer per jam.

 

Dikutip dari Vinagre et al. (2020), teritip spesies Perforatus perforatus bersama lumut Bugula sp. dapat menambah beban hingga 4-5 kilogram per meter persegi (kg/m2). Lebih parah lagi yaitu remis, dijelaskan bahwa remis M. galloprovincialis dapat meningkatkan berat sampai 155 kg/m2.

 

Penambahan bahan bakar tentu berpengaruh sejajar dengan polusi. Emisi karbon yang dihasilkan lebih banyak karena kapal membutuhkan waktu lebih untuk berlayar. Jika semua kapal di laut mengalami biofouling, maka tentu menjadi penyumbang karbon yang besar bagi perubahan iklim.

 

Selain itu, pembengkakan juga terdapat pada biaya peremajaan kapal. Teritip dan remis yang menempel dapat merusak cat pelindung bawah kapal, logam material pun akan terpapar langsung dengan air laut. Hal tersebut tentu membuat bagian bawah kapal lebih cepat berkarat. Proses pengerokan untuk menghilangkan agen biofouling juga akan memakan biaya.

 

Sumber:

The National Sea Grant Law Center

National Defense Magazine

Boating Valley

Vinagre et al (2020). Marine Biofouling: A European Database for the Marine Renewable Energy Sector. Journal Marine Science and Engineering

 

Ditulis oleh: Admin