5 Alasan Pengeluaran Bulanan Membengkak
5 Alasan Pengeluaran Bulanan Membengkak
Di post pada: 24 Mei 2021 11:44  -   Waktu baca: 5 menit

Pernah merasa kaget dengan pengeluaran bulanan yang membengkak? Atau pernah kehabisan uang pada akhir bulan? Atau pernah merasa gaji yang baru turun seperti numpang lewat saja? 

Beberapa pertanyaan di atas merupakan hal yang paling lumrah dirasakan oleh banyak orang. Pengeluaran yang membengkak erat hubunganya dengan pengeluaran yang belum terkontrol. Fenomena ini bukanlah hal yang sulit disadari, namun terkadang beberapa orang memilih mengabaikannya dan terus melanjutkan kebiasaan hidupnya.

Tentunya, bukan tanpa sebab pengeluaran seseorang membengkak. Hal ini diakibatkan oleh berbagai macam alasan. Yuk, simak ulasannya di bawah ini.

1. Tidak mencatat pengeluaran

Kebiasan yang pertama ini sering kali membuat pengeluaran tidak terkontrol. Pengeluaran yang tidak terkontrol akan berimbas kondisi keuangan yang tidak sehat. Meskipun terlihat sepele dan mudah dilakukan, jarang sekali orang yang bisa disiplin untuk mencatat pengeluarannya secara rutin.

2. Perilaku konsumtif

Perilaku konsumtif atau boros menjadi penyebab banyak orang kelimpungan saat mengetahui bahwa pengeluaran membengkak. Sekalipun diiringi dengan pemasukan yang tergolong baik, perilaku konsumtif ini tentunya tidak dapat dibenarkan karena akan berdampak buruk pada kondisi keuangan baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang.

3. Impulsive buying

Kegiatan ini terbilang cukup sulit untuk dihindari di zaman yang serba digital seperti sekarang. Namun, impulsive buying sebenarnya tidak hanya terjadi saat transaksi digital saja, perilaku ini dapat muncul dimana saja saat seseorang belum bijak dalam pengelolaan hasrat atau keinginan dalam berbelanja sesuatu. Tentunya, impulsive buying akan menjadi penyebab pengeluaran bulanan menjadi bengkak.

4. Tergiur dengan promo dan cashback

Kehadiran promo dan cashback dalam etalase toko membuat banyak orang yang terkecoh untuk membeli barang yang sebenarnya belum dibutuhkan atau bahkan tidak dibutuhkan sama sekali. Kebiasaan ini erat kaitannya dengan impulsive buying dimana seseorang akan membeli sesuatu tanpa berpikir panjang dahulu sebelumnya. Jika hal ini terlalu sering dilakukan, maka tidak heran pengeluaran akan membengkak tanpa disadari.

5. Tidak memiliki perencanaan keuangan 

Perencanaan keuangan merupakan salah satu fondasi yang sudah seharusnya diterapkan untuk membuat keuangan menjadi stabil. Faktanya, banyak orang yang menginginkan kondisi keuangan yang stabil namun tidak memiliki perencanaan keuangan. Lalu, apakah seseorang yang tidak memiliki perencanaan keuangan dapat menyebabkan pengeluaran tidak terkontrol? Jawabannya, mungkin saja iya. Perencanaan keuangan menjadi hal utama dalam mengelola kondisi yang tentunya dapat mencegah terjadinya pengeluaran yang membengkak.

Selain lima hal di atas, edukasi dan literasi keuangan juga tidak kalah pentingnya berperan dalam kondisi finansial seseorang. Pengetahuan dalam pengelolaan keuangan akan membuat seseorang lebih berhati-hati dalam penggunaannya, sehingga dapat menjadi langkah preventif untuk menangani pengeluaran yang membengkak. 

Metode pengelolaan keuangan dapat berbeda pada masing-masing orang. Kondisi keuangan dan financial goal masing-masing orang berbeda yang menyebabkan metode pengelolaannya pun berbeda. Sebagian orang memilih untuk berhemat dan menabung, dan sebagian lainnya memilih jalan untuk mendapatkan passive income dari asetnya.

Kini, melalui inFishta Anda dapat menghasilkan passive income dari kegiatan perikanan yang berjalan. Tidak hanya menguntungkan, kontribusi Anda bersama inFishta juga bermanfaat dalam memajukan perikanan Indonesia yang berdampak sosial.

 

Ditulis oleh: Admin